Perjalanalan
hidup
Ditulis
oleh: martha mustika harefa
Aku
lahir 25 maret 1997 di sebuah keluarga sederhana didaerah natal, tapanuli
selatan di wilayah sumatera. Setelah aku berumur dua bulan bersama ketiga
saudara dan orang tua ku pulang bertolak kekampung halaman disebuah pulau di
ujung sumatera yaitu pulau Nias. Aku menetap disebuah rumah kayu ditanah
peninggalan nenek moyang di daerah Gunung Sitoli. Saat itu Ayahku bekerja
menjadi buruh kasar kadang juga menarik becak dan menjadi petani ikan di laut,sedang
Ibuku bekerja diladang dan juga menjadi ibu rumah tangga.
Disana
ibukku melahirkan dua orang adik lagi hingga jumlah kami menjadi enam dan aku
anak ke-4. Saat aku hendak naik kelas dua sekolah dasar terjadi gempa bumi
dipulau tempat kami tinggal,sehingga hal itu memaksa kami untuk pindah ke
daerah jambi dikota sarolangun kecamatan singkut, saat itu ibuku tengah
mengandung adik ke-7 yang msih berusia 6 bulan dalam kandungan hingga
mempertaruhkan nyawa untuk sampai ke jambi yang juga banyak di tinggali oleh
para saudara ibuku.
Sesampainya
di singkut ini aku dan saudara-saudaraku melanjutkan sekolah aku bersekolah
di SD 71 desa sungai merah tempat ku
tinggal. Dan aku lulus tahun 2009,kehidupan kami terus berlanjut dengan
pekerjaan baru orang tua ku yaitu menjadi pemotong karet diladang orang alias
menjadi pengerja dan buruh dengan penghasilan yang sangat minim untuk
menghidupi tujuh orang anak sekaligus dengan mempertahankan pendidikan
kami,hingga membuat kami sampai saat ini harus menumpang rumah di tanah desa
walau sudah rumah sendiri.
Kehidupan
terus berlanjut sebagaimana mestinya walaupun kami sering mengalami kesulitan
dibidang ekonomi khususnya dalam membiayai sekolah kami ada yang duduk di
bangku SD, SMP,bahkan SMA. Tapi hal itu tidak menyurutkan semangatku dalam
bersekolah yang memiliki semangat yang menggebu-gebu dan mempunyai mimpi yang
sangat besar yaitu menjadi duta perdagangan internasional indonesia dengan
prancis yang tinggal di kota impian paris , hingga aku dapat mengubah kehidupan
keluarga kami menjadi lebih baik dan layak. Aku melanjutkan sekolah menengah
pertama ku di SMP N 4 sarolangun dan selalu menjadi anak kelas unggulan walau
tak pernah masuk tiga besar dengan prestasi dibidang olahraga seperti
volly,tenis meja,bulu tangkis dan juga pernah mengikuti perlommbaan catur walau
hanya juara 2. Aku juga menyukai bidang tarik suara,bermusik,dan sastra juga
kujejeli.
Pengukiran
prestasiku ini berlanjut saat aku duduk di bangku SMA di sebuah sekolah negeri
yaitu SMA N 2 sarolangun yang merupakan salah satu sekolah favorit di kota ku
dan aku merupakan siswi luar rayon hingga kemungkinan diterima sangat sedikit
karena para pendaftarnya sampai seribuan, sedangkan yang diterima hanya sekitar
300 siswa saja,apalagi luar rayon macam aku?. Aku tidak putus asa,berbekal doa
dan pengetahuan yang cukup aku ikut mendaftar dengan banyak perasaan minder
menghantuiku terutama ketika melihat pesaingku yang banyak dan semua terlihat
jenius dan orang-orang berada. Rasanya aku tidak pantas ada di antara mereka.
Aku
tidak larut pada ketidak PD-an ku, terbukti aku masuk dengan peringkat 4
tertinggi dari luar rayon dengan pendaftar 300 orang yang diterima hanya 28 dan
aku di uruttan ke-4 oh senangnya……..aku masuk kedalam kelas unggulan lagi yang
isinya para juara umum dari berbagai SMP tapi aku ini dapat menyamai nya saat
kelas XI aku sudah bisa bermusik sperti
gitar,bass,dan juga sedikit keyboard hingga aku sering mengiringi banyak event
bermusik didalam maupun luar sekolah. Dan kesukaanku di bidang tarik suara
sering membawaku dalam banya perlombaan sekolah maupun luar di tingkat
kota,juga kesukaanku dalam bidang sastra terbukti lewat hasil karyaku membuat
berbagai cerpen,pusi bahkan aku terpilih mengikuti event “bengkel sastra”
se-kota ku yang hanya di utus 4 orang salah satunya diriku dan pengetahuanku di
uji lewat olimpiade kebumian dan geografi yang ku ikuti masa kelas 1 dan 2
SMA juga aku terpilih dalam perlombaan “empat pilar berbangsa dan
bernegara” bidang PKN se-kota sarolangun. Tidak hanya itu,kesukaanku bermusik
membuat lagu ciptaanku terpilih menjadi lagu terbaik 1 SMA dan dalam perlombaan di kabupaten mendapat
nomor 1.
Dan
hingga aku menulis cerita hidupku ini aku masih duduk di bangku SMA kelas XII
jurusan IPS dan ingin melanjutkan kuliahku yang walau aku tau orangtuaku yang
tinggal sendiri tidak mampu membiayainya,jangankan untuk kuliah untuk makan
sehari-hari saja sudah ngos-ngosan dimana tahun 2012 bulan agustus Ayahku
dipanggil Tuhan kembali padanya hingga ibukku menjadi janda. Pun begitu aku
yakin aku pasti bisa mengecap bangku perkuliahan yang baik di negeri ini.
Dengan mendaftarkan diri di bea studi indonesia ini aku yakin bisa masuk dengan
berbekal kemampuan dan doa aku hanya dapat berharap dan terus berusaha sekuat
mungkin agar lulus dan dapat melanjutkan pendidikanku hingga ke perkuliahan dan dapat bekerja
menghasilkan uang untuk merubah hidup.
Aku
minta dengan sangat bantuan dari pihak penyelenggara agar dapat melihat dengan
teliti kepada siapa seharusnya beasiswa ini ditujukan karna aku pribadi sangat mengharapkan
beasiswa ini. Dengan membaca sejumput kisah perjalanan hidupku, aku yakin
kalian dapat mengambil kesimpulan
bagaiman hidupku yang sesungguhnya.
Trimakasih
telah membaca kisah perjalanan hidupku dengan meluangkan waktu kalian dalam
membacanya semoga bermanfaat
Atas
perhatiannya saya ucapkan trimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar